BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Selama proses evolusi, berkembang suatu protein structural
dasar yang diubah menjadi berbagai tingkat kekerasan, elastisitas, dan
kekuatan, tergantung kepada pengaruh lingkungan dan keperluan fungsional
organism binatang tersebut. Protein ini adalah kolagen, dan contoh-contoh utama
diantara berbagai modifikasinya adalah kulit, membrane basalis, tulang rawan,
dan tulang. Tulang merupakan salahsatu jaringan terkeras didalam tubuh manusia
dan hanya dibawah tulang rawan dalam kemampuannya untuk menahan stress. Sebagai
unsure utama kerangka tubuh, ia menyokong struktur-struktur berdaging,
melindungi organ-organ vital seperti yang terdapat didalam rongga tengkorak dan
dada, dan mengandung sumsum tulang, dimana sel darah dibentuk. Disamping
fungsi-fungsi ini, tulang membentuk suatu system tuas yang melipatgandakan
kekuatan yang timbul selama kontraksi otot rangka, dan mengubahnya menjadi
gerakan tubuh
(Luis C. Junqueira, MD
1991: 132)
Tulang terdiri dari bahan intersel yang mengalami klasifikasi,
matriks tulang, dan berbagai jenis sel: osteosit, yang ditemukan dalam rongga
(lacuna), didalam matriks, osteoblas, yang mensintesa komponen organic matriks
tersebut, osteoblas, yang merupakan sel raksasa berinti banyak dan diperlukan
dalam resorpsi dan perubahan bentuk jaringan tulang. Karena tidak terjadi
difusi melalui matriks tulang yang mengalami klasifikasi, pertukaran di antara
osteosit dan kapiler darah tergantung kepada hubungan seluler melalui
kanalikuli, yang menembus matriks tersebut. Kanalikuli ini memungkinkan
osteosit untuk berhubungan melalui prosesus filipodial dengan tetangganya,
dengan permukaan dalam dan luar tulang, dan dengan pembuluh darah di dalam
matriks tersebut. Karena kekerasannya, tulang sulit di potong dengan mikrotom,
oleh karena itu, harus digunakan teknik khusus untuk mempelajarinya. Salah satu
diantaranya adalah menggosok kepingan tulang dengan ampelas sampai mereka cukup
tipis untuk dapat ditembus oleh cahaya (transparan). Preparat yang diperoleh
dengan cara itu disebut sebagai suatu potongan gosokan
(Anonim 2010:12)
Jaringan tulang
tersusun oleh osteosit dan matriks tulang. Osteosit banyak menguluarkan senyawa
kapur dan phospat ke dalam matriks tulang sehingga menjadi keras. Bila matriks
tulang padat dan rapat maka yang terbentuk adalah tulang keras (tulang kompak),
misal tulang pipa (tulang lengan, hasta, pengumpil, kering dan betis). Bila
matriks tulang tidak rapat (berongga) akan membentuk tulang spons, misal tulang
pipih dan tulang pendek (tulang tengkorak, ruas tulang belakang). Menurut bahan
pembentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tulangrawan (kartilago) dan tulang
keras (osteon)
(Anonim 2011:5)
1.2 Tujuan
Adapun tujuan melakukan
praktikum ini adalah untuk mengetahui fungsi jaringan tulang dan beberapa
jenis-jenis tulang seperti tulang hialin, tulang compact, dan tulang keras.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Tulang rawan adalah
tulang yang berserabut tebal dan matriks yang elastis. Tulang rawan memiliki
kandungan kolagen yang tinggi sehingga bersifat kuat dan lentur. Tulang rawan
tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah. Tulang
rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang mensekresikan matriks (kondrin) berupa hialin atau kolagen. Rawan pada anak berasal
dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin. Sebaliknya,
pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput
tulang rawan (perikondrium)
yang banyak mengandung kondroblas (pembentuk
kondrosit).Tulang rawan Bersifat
bingkas dan lentur serta terdiri atas sel- sel rawan yang dapat menghasilkan
matriks berupa kondrin. Pada anak – anak jaringan tulang rawan banyak
mengandung matriks. Pada orang dewasa tulang rawan hanya terdapat pada beberapa
tempat , misalnya cuping hidung, cuping telinga, antara tulang rusuk dan tulang
dada, sendi- sendi tulang, antar ruas tulang belakang, pada cakra epifis. Matriks
tulang rawan merupakan campuran protein dengan polisakarida yang disebut
kondrin
(Anonim 2011: 13)
Proses pembentukan
rangka manusia telah berlangsung pada akhir bulan kedua, atau awal bulan ketiga
dari masa kehamilan. Proses pembentukan rangka diawali dengan pembentukan
tulang rawan (kartilago). Tulang rawan terbentuk dari jaringan embrional
(mesenkim) yang kaya akan kandungan osteoblast (pembetuk tulang). Pada
kartilago banyak osteoblast sehingga tidak mengherankan jika pembentukan
beberapa tulang keras diawali dengan pembentukan tulang rawan. Dalam proses
pembentukanny, sel tulang berkembang secara kosentris dari bagian dalam
kebagian luar. Setiap sel tulang yang terbentuk akan melingkari pembuluh
darahdan serabut saraf hingga membentuk system Havers. Rangka terdiri atas
sel-sel yang substansi selnya disebut matriks tulang. Matriks tulang tersusun
dari senyawa protein. Adanya senyawa kapur dan fosfor menyebabkan matriks
tulang mengalami pengerasan. Proses pengerasan tulang disebut osifikasi
(Iwan Wahyu 2004:83)
Jaringan tulang rawan
anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan, sedangkan pada orang dewasa
lebih banyak mengandung matriks tulangnya.Tulang rawan bersifat tidak keras dan
elastis (lentur) yang terdapat di hidung, telinga, antar ruas tulang belakang,
persendian dan ujung tulang pipa. Tulang Keras merupakan bagian utama pada
kerangka dewasa. Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel, dan matriknya
diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dan keras. Berdasarkan strukturnya,
tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak(padat) dan tulang spons. Jaringan
tulang tersusun oleh osteosit dan matriks tulang. Osteosit banyak menguluarkan
senyawa kapur dan phospat ke dalam matriks tulang sehingga menjadi keras. Bila
matriks tulang padat dan rapat maka yang terbentuk adalah tulang keras (tulang
kompak), misal tulang pipa (tulang lengan, hasta, pengumpil, kering dan betis).
Bila matriks tulang tidak rapat (berongga) akan membentuk tulang spons, misal
tulang pipih dan tulang pendek (tulang tengkorak, ruas tulang belakang).
Jaringan tulang rawan yang disusun oleh sel tulang rawan (chondrosit) dan
matriks tulang rawan yang di dalamnya terdapat bahan anorganik (garam sulfat),
bahan organik (protein/ chondrin) dan collagen yang elastis (Anonim 2009:5)
Menurut Anonim
(2011:35) Tulang – tulang pada manusia
selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi lain, yaitu:
a.
Memberi bentuk
tubuh
b.
Melindungi
alat tubuh yang vital,
c.
Menahan dan
menegakkan tubuh
d.
Tempat pelekatan
otot
e.
Tempat
menyimpan mineral terutama kalsium dan posfor
f.
Tempat
pembentukan sel darah
g.
Tempat
penyimpan energy, yaitu berupa lemak yang ada di sumsum kuning
h.
Alat gerak
pasif
Sebagai unsure pokok kerangka orang dewasa, jaringan tulang menyangga
struktur berdaging, melindungi organ-organ vital seperti yang terdapat dalam
tengkorak dan rongga dada dan menampung sumsum tulang, tempat sel-sel darah
dibentuk. Tulang juga berfugsi sebagai cadangan kalsium, fosfat, dan ion lain
yang dapat dilepaskan atau disimpan dengan cara terkendali untuk mempertahankan
konsentrasi ion-ion penting ini didalam cairan tubuh. Selain itu, tulang
membentuk suatu system pengungkit yang melipatgandakan kekuatan yang
dibangkitkan selama otot rangka berkontraksi dan mengubahnya menjadi gerakan
tubuh. Jaringan bermineral ini member fungsi mekanik dan metabolic kepada
kerangka (Pratiwi 2003:2)
Tulang rawan penting untuk pertumbuhan tulang panjang baik sebelum maupun
setelah lahir. Sama halnya dengan berbagai jenis jaringan penyambung lain,
tulang rawan mengandung banyak bahan intersel, yang dikenal sebagai matriks
tulang rawan, dengan rongga-rongga (lacuna) yang mengandung sel tulang rawan
(kondrosit). Kesanggupan tulang rawan untuk menahan beban hanya dilampaui oleh
tulang, suatu jaringan yang sangat sempurna untuk menyokong dan melindungi. Sifat-sifat
fisiologik tulang rawan terutama tergantung pada sifat fisikokimia matriksnya,
yang mengandung kolagen atau kolagen dan elastin, yang berhubungan dengan
glikosaminoglikan. Kondrosit mensintesa dan mempertahankan matriks tersebut.
Tulang rawan yang tidak mempunyai pembuluh darah, mendapatkan zat gizi dan
difusi dari kapiler dala jaringan penyambung di dekatnya atau melalui cairan
synovial dari kavum sendi. Dalam beberapa kasus, pembuluh darah menembus tulang
rawan untuk member makanan jaringan lain
(Luis C.
Junqueira, MD 1992:123)
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan
pada hari kamis tanggal 15 Maret 2012 pukul 09.30 di Laboratorium Biologi
Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang.
3.2
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan
dalam praktikum ini adalah mikroskop. Sedangkan bahan yang digunakan adalah
preparat tulang compact, preparat tulang keras, preparat tulang hyaline,
preparat tulang rawan hialin trakea, preparat tulang rawan elastic epiglottis,
preparat tulang rawan fetus, preparat tulang rawan fibrosa diskus
invertebralis.
3.3
Cara Kerja
Adapun cara dalam
melakukan praktikum ini adalah disiapkan apusan kemudian diletakkan diatas meja
mikroskop, lalu diamati preparat dibawah mikroskop serta gambarlah.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Nama
Bahan : Tulang Compact
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Craniata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Species : Homo Sapien
Deskripsi:
Dari hasil pengamatan
yang telah dilakukan didapat bahwa tulang compact memiliki tekstur yang halus
dan sangat kuat. Tulang ini memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung
kapur (Calsium Phosfat dan Calsium carbonat) sehingga tulang menjadi padat dan
kuat. Hal ini diperkuat oleh Iwan Wahyu (2004:59) tulang compact berfungsi
melindungi bagian tubuh yang lunak. Tulang compact memiliki rongga yang berisi
sumsum kuning. Bagian tulang compact terdiri atas bonggol tulang (epifise) dan
bagian tengah yang disebut diafise. Daerah antara epifise dengan diafise
terdapat discus epifise yang banyak mengandung osteoblast. Discus epifise
banyak terdapat pada tulang muda dan pada orang dewasa tidak tumbuh lagi.
Tulang ini banyak ditemukan di tulang tangan dan tulang kaki.
Nama Bahan : Tulang
Keras
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Craniata
Kelas :
Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Species : Homo Sapien
Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan
didapat bahwa tulang keras susunannya terdiri dari sedikit sel-sel, matriksnya
diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dank eras. Hal ini diperkuat oleh
Anonim (2011:16) Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya
terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tulang
keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang
keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras. Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium
karbonat ( CaCO3 )dan kalsium fosfat ( Ca(PO4)2) yang diperoleh atau dibawa
oleh darah.
Nama
Bahan : Tulang Hyaline
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Craniata
Kelas : Mammalia
Ordo :
Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Species : Homo Sapien
Deskripsi:
Dari hasil pengamatan
yang telah dilakukan didapat bahwa tulang hyaline ini warnanya putih
kebiru-biruan, jernih dan homogen. Kartilago ini terdapat pada
permulaan-permulaan persendian, ujung-ujung tulang rusuk, hidung dan annulus
trachealis (cincin-cincin tulang rawan yang menyusun saluran pernapasan).
Hal ini diperkuat oleh (Anonim 2010:32) Kartilago hyaline merupakan
kartilago skelet pada tulang embrio. Semua vertebrae, ada yang tetap sampai
dewaasa misalnya pada Squalus dan Raya. Jaringan ini dapat diinfiltrasi dan
dipadati oeh garam-garam Ca, tetapi tidak akan berubah menjadi tulang.
Nama
Bahan : Tulang Rawan Fetus
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Craniata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus :
Homo
Species : Homo Sapien
Deskripsi:
Dari hasil pengamatan
yang telah dilakukan didapat bahwa tulang rawan atau cartilago berfungsi untuk
melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses
osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama
pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. Hal ini diperkuat oleh
Anonim (2011:21) Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago. Seiring
dengan perkembangan fetus menjadi bayi dan memasuki usia pertumbuhan serta
dewasa, maka cartilago ini akan mengalami peristiwa osifikasi, tetapi tidak
semua cartilage dalam tubuh, masih ada beberapa yang tetap menjadi cartilago.
Nama
Bahan : Tulang rawan Fibrosa : Diskus
interverteoralis
Klasifikasi
Kingdom :
Animalia
Filum :
Craniata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Species : Homo Sapien
Deskripsi:
Dari hasil pengamatan
yang telah dilakukan didapat bahwa tulang rawan fibrosa memiliki matriks
mengandung serabut kolagen kasar dan tidak teratur; terletak di perlekatan
ligamen, sambungan tulang belakang, dan simfisis pubis. Sifat khas dari tulang
rawan ini adalah lakuna – lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel – sel
(kondrosit). Hal ini diperkuat oleh Luis C. Junqueira,MD (1991:130) Tiap Diskus intervertebralis terletak diantara dua
vertebra dan melekat padanya dengan melalui ligament. Diskus ini mempunyai
komponen yaitu annulus fibrosus kartilagenus dan nucleus pulposus cair. Diskus
intervebralis bekerja sebagai suatu bantalan pelumas untuk mencegah terjadinya
erosi pada vertebrayang berdekatan akibat kekuatan abrasive selama gerakan
kolumna spinalis.
Nama Bahan : Tulang
Rawan Elastis : Epiglotis
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum :
Craniata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Species : Homo Sapien
Deskripsi:
Dari hasil pengamatan
yang telah dilakukan didapat bahwa Tulang rawan
elastis bersifat lentur, matriksnya mengandung serat elastis bercabang-cabang,
dan terdapat pada epiglottis dan bagian luar telinga. Hal ini diperkuat oleh
Anonim (2009:4) susunan polikandrium, matriks , sel dan lacuna tulang
rawan elastic sama dengan tulang rawan hialin. Akan tetapi serat kolagen tulang
rawan elastic tidak tersebar dan nyata seperti pada tulang rawan hialin. Bentuk
serat-serat elastic bergelombang. Jaringan tulang elastic mengandung matriks
yang berwarna kekuningan sehingga tulang rawan ini tampak berwarna putih
kekuningan.

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Craniata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Hominidae
Genus : Homo
Species : Homo Sapien
Deskripsi:
Dari hasil pengamatan
yang telah dilakukan didapat bahwa tulang rawan hialin banyak ditemukan pada
bagian tubuh hewan vertebrata antara lain pada laring, bronki, permukaan
persendian, dan trakea. Hal ini diperkuat oleh Iwan Wahyu (2004:58) Matriksnya
memiiki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat. Terdapat
pada saluran pernapasan dan ujung tulang rusuk. Tulang rawan hialin bening
seperti kaca. Empat puluh persen berat kering tulang rawan hialin terdiri dari
kolagen yang terdapat di dalam zat amorf intersel.
BAB
V
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum
maka dapat disimpulkan bahwa:
1.
Tulang merupakan salahsatu jaringan
terkeras didalam tubuh manusia dan hanya dibawah tulang rawan dalam
kemampuannya untuk menahan stress.
2.
Jaringan tulang rawan anak lebih banyak
mengandung sel-sel tulang rawan, sedangkan pada orang dewasa lebih banyak
mengandung matriks tulangnya.
3.
Tulang rawan
adalah merupakan sejenis jaringan penyambung dimana bahan interselnya mempunyai
konsistensi keras, meskipun jaringan tersebut kurang resisten terhadap tekanan
daripada tulang .
4.
Tulang rawan
penting untuk pertumbuhan tulang panjang baik sebelum maupun setelah lahir.
DAFTAR
PUSTAKA
diakses 03/04/2012
Artikel.diakses 03/04/2012
Anonim.2011.Histologidrgtadues.blogspot.com/2000/01/1-tulang keras/.Artikel.
diakses 03/04/2012
Junqueira,Luis C
dan Carneiro Jose.1991. Histologi dasar.Adji
Dharma.-Ed.3.
Jakarta : xiii-496 hlm
Pratiwi,2003.Ensiklopediabebas.
Jaringan tulang.Artikel.http://id.wikipedia.org.
diakses 03/04/2012
Wahyu,iwan.2004.Biologi umum.Regina.Bandung : viii-183
hlm
Victor
P.Eroschenko.2003.Atlas Histologi.EGC.Jakarta
: xiv-361 hlm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar