Minggu, 14 Oktober 2012

Laporan Histologi TuLang





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
       Selama proses evolusi, berkembang suatu protein structural dasar yang diubah menjadi berbagai tingkat kekerasan, elastisitas, dan kekuatan, tergantung kepada pengaruh lingkungan dan keperluan fungsional organism binatang tersebut. Protein ini adalah kolagen, dan contoh-contoh utama diantara berbagai modifikasinya adalah kulit, membrane basalis, tulang rawan, dan tulang. Tulang merupakan salahsatu jaringan terkeras didalam tubuh manusia dan hanya dibawah tulang rawan dalam kemampuannya untuk menahan stress. Sebagai unsure utama kerangka tubuh, ia menyokong struktur-struktur berdaging, melindungi organ-organ vital seperti yang terdapat didalam rongga tengkorak dan dada, dan mengandung sumsum tulang, dimana sel darah dibentuk. Disamping fungsi-fungsi ini, tulang membentuk suatu system tuas yang melipatgandakan kekuatan yang timbul selama kontraksi otot rangka, dan mengubahnya menjadi gerakan tubuh
(Luis C. Junqueira, MD 1991: 132)
       Tulang terdiri dari bahan intersel yang mengalami klasifikasi, matriks tulang, dan berbagai jenis sel: osteosit, yang ditemukan dalam rongga (lacuna), didalam matriks, osteoblas, yang mensintesa komponen organic matriks tersebut, osteoblas, yang merupakan sel raksasa berinti banyak dan diperlukan dalam resorpsi dan perubahan bentuk jaringan tulang. Karena tidak terjadi difusi melalui matriks tulang yang mengalami klasifikasi, pertukaran di antara osteosit dan kapiler darah tergantung kepada hubungan seluler melalui kanalikuli, yang menembus matriks tersebut. Kanalikuli ini memungkinkan osteosit untuk berhubungan melalui prosesus filipodial dengan tetangganya, dengan permukaan dalam dan luar tulang, dan dengan pembuluh darah di dalam matriks tersebut. Karena kekerasannya, tulang sulit di potong dengan mikrotom, oleh karena itu, harus digunakan teknik khusus untuk mempelajarinya. Salah satu diantaranya adalah menggosok kepingan tulang dengan ampelas sampai mereka cukup tipis untuk dapat ditembus oleh cahaya (transparan). Preparat yang diperoleh dengan cara itu disebut sebagai suatu potongan gosokan
(Anonim 2010:12)
Jaringan tulang tersusun oleh osteosit dan matriks tulang. Osteosit banyak menguluarkan senyawa kapur dan phospat ke dalam matriks tulang sehingga menjadi keras. Bila matriks tulang padat dan rapat maka yang terbentuk adalah tulang keras (tulang kompak), misal tulang pipa (tulang lengan, hasta, pengumpil, kering dan betis). Bila matriks tulang tidak rapat (berongga) akan membentuk tulang spons, misal tulang pipih dan tulang pendek (tulang tengkorak, ruas tulang belakang). Menurut bahan pembentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tulangrawan (kartilago) dan tulang keras (osteon)
(Anonim 2011:5)

1.2  Tujuan
Adapun tujuan melakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui fungsi jaringan tulang dan beberapa jenis-jenis tulang seperti tulang hialin, tulang compact, dan tulang keras.

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tulang rawan adalah tulang yang berserabut tebal dan matriks yang elastis. Tulang rawan memiliki kandungan kolagen yang tinggi sehingga bersifat kuat dan lentur. Tulang rawan tidak mempunyai saraf dan pembuluh darah. Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang mensekresikan matriks (kondrin) berupa hialin atau kolagen. Rawan pada anak berasal dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin. Sebaliknya, pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung kondroblas (pembentuk kondrosit).Tulang rawan Bersifat bingkas dan lentur serta terdiri atas sel- sel rawan yang dapat menghasilkan matriks berupa kondrin. Pada anak – anak jaringan tulang rawan banyak mengandung matriks. Pada orang dewasa tulang rawan hanya terdapat pada beberapa tempat , misalnya cuping hidung, cuping telinga, antara tulang rusuk dan tulang dada, sendi- sendi tulang, antar ruas tulang belakang, pada cakra epifis. Matriks tulang rawan merupakan campuran protein dengan polisakarida yang disebut kondrin
(Anonim 2011: 13)
Proses pembentukan rangka manusia telah berlangsung pada akhir bulan kedua, atau awal bulan ketiga dari masa kehamilan. Proses pembentukan rangka diawali dengan pembentukan tulang rawan (kartilago). Tulang rawan terbentuk dari jaringan embrional (mesenkim) yang kaya akan kandungan osteoblast (pembetuk tulang). Pada kartilago banyak osteoblast sehingga tidak mengherankan jika pembentukan beberapa tulang keras diawali dengan pembentukan tulang rawan. Dalam proses pembentukanny, sel tulang berkembang secara kosentris dari bagian dalam kebagian luar. Setiap sel tulang yang terbentuk akan melingkari pembuluh darahdan serabut saraf hingga membentuk system Havers. Rangka terdiri atas sel-sel yang substansi selnya disebut matriks tulang. Matriks tulang tersusun dari senyawa protein. Adanya senyawa kapur dan fosfor menyebabkan matriks tulang mengalami pengerasan. Proses pengerasan tulang disebut osifikasi
(Iwan Wahyu 2004:83)

Jaringan tulang rawan anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan, sedangkan pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriks tulangnya.Tulang rawan bersifat tidak keras dan elastis (lentur) yang terdapat di hidung, telinga, antar ruas tulang belakang, persendian dan ujung tulang pipa. Tulang Keras merupakan bagian utama pada kerangka dewasa. Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel, dan matriknya diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dan keras. Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak(padat) dan tulang spons. Jaringan tulang tersusun oleh osteosit dan matriks tulang. Osteosit banyak menguluarkan senyawa kapur dan phospat ke dalam matriks tulang sehingga menjadi keras. Bila matriks tulang padat dan rapat maka yang terbentuk adalah tulang keras (tulang kompak), misal tulang pipa (tulang lengan, hasta, pengumpil, kering dan betis). Bila matriks tulang tidak rapat (berongga) akan membentuk tulang spons, misal tulang pipih dan tulang pendek (tulang tengkorak, ruas tulang belakang). Jaringan tulang rawan yang disusun oleh sel tulang rawan (chondrosit) dan matriks tulang rawan yang di dalamnya terdapat bahan anorganik (garam sulfat), bahan organik (protein/ chondrin) dan collagen yang elastis (Anonim 2009:5)
Menurut Anonim (2011:35) Tulang – tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi lain, yaitu:
a.       Memberi bentuk tubuh
b.      Melindungi alat tubuh yang vital,
c.       Menahan dan menegakkan tubuh
d.      Tempat pelekatan otot
e.       Tempat menyimpan mineral terutama kalsium dan posfor
f.       Tempat pembentukan sel darah
g.      Tempat penyimpan energy, yaitu berupa lemak yang ada di sumsum kuning
h.      Alat gerak pasif





Sebagai unsure pokok kerangka orang dewasa, jaringan tulang menyangga struktur berdaging, melindungi organ-organ vital seperti yang terdapat dalam tengkorak dan rongga dada dan menampung sumsum tulang, tempat sel-sel darah dibentuk. Tulang juga berfugsi sebagai cadangan kalsium, fosfat, dan ion lain yang dapat dilepaskan atau disimpan dengan cara terkendali untuk mempertahankan konsentrasi ion-ion penting ini didalam cairan tubuh. Selain itu, tulang membentuk suatu system pengungkit yang melipatgandakan kekuatan yang dibangkitkan selama otot rangka berkontraksi dan mengubahnya menjadi gerakan tubuh. Jaringan bermineral ini member fungsi mekanik dan metabolic kepada kerangka (Pratiwi 2003:2)
Tulang rawan penting untuk pertumbuhan tulang panjang baik sebelum maupun setelah lahir. Sama halnya dengan berbagai jenis jaringan penyambung lain, tulang rawan mengandung banyak bahan intersel, yang dikenal sebagai matriks tulang rawan, dengan rongga-rongga (lacuna) yang mengandung sel tulang rawan (kondrosit). Kesanggupan tulang rawan untuk menahan beban hanya dilampaui oleh tulang, suatu jaringan yang sangat sempurna untuk menyokong dan melindungi. Sifat-sifat fisiologik tulang rawan terutama tergantung pada sifat fisikokimia matriksnya, yang mengandung kolagen atau kolagen dan elastin, yang berhubungan dengan glikosaminoglikan. Kondrosit mensintesa dan mempertahankan matriks tersebut. Tulang rawan yang tidak mempunyai pembuluh darah, mendapatkan zat gizi dan difusi dari kapiler dala jaringan penyambung di dekatnya atau melalui cairan synovial dari kavum sendi. Dalam beberapa kasus, pembuluh darah menembus tulang rawan untuk member makanan jaringan lain
(Luis C. Junqueira, MD 1992:123)








BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan pada hari kamis tanggal 15 Maret 2012 pukul 09.30 di Laboratorium Biologi Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah mikroskop. Sedangkan bahan yang digunakan adalah preparat tulang compact, preparat tulang keras, preparat tulang hyaline, preparat tulang rawan hialin trakea, preparat tulang rawan elastic epiglottis, preparat tulang rawan fetus, preparat tulang rawan fibrosa diskus invertebralis.
3.3 Cara Kerja
Adapun cara dalam melakukan praktikum ini adalah disiapkan apusan kemudian diletakkan diatas meja mikroskop, lalu diamati preparat dibawah mikroskop serta gambarlah.
















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Nama Bahan : Tulang Compact










Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Craniata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Species            : Homo Sapien

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa tulang compact memiliki tekstur yang halus dan sangat kuat. Tulang ini memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung kapur (Calsium Phosfat dan Calsium carbonat) sehingga tulang menjadi padat dan kuat. Hal ini diperkuat oleh Iwan Wahyu (2004:59) tulang compact berfungsi melindungi bagian tubuh yang lunak. Tulang compact memiliki rongga yang berisi sumsum kuning. Bagian tulang compact terdiri atas bonggol tulang (epifise) dan bagian tengah yang disebut diafise. Daerah antara epifise dengan diafise terdapat discus epifise yang banyak mengandung osteoblast. Discus epifise banyak terdapat pada tulang muda dan pada orang dewasa tidak tumbuh lagi. Tulang ini banyak ditemukan di tulang tangan dan tulang kaki.


                     
Nama Bahan : Tulang Keras











Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Craniata
Kelas              : Mammalia
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Species            : Homo Sapien

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa tulang keras susunannya terdiri dari sedikit sel-sel, matriksnya diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dank eras. Hal ini diperkuat oleh Anonim (2011:16) Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras.  Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 )dan kalsium fosfat ( Ca(PO4)2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah.








Nama Bahan : Tulang Hyaline










Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Craniata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Species            : Homo Sapien

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa tulang hyaline ini warnanya  putih kebiru-biruan, jernih dan homogen. Kartilago ini terdapat pada permulaan-permulaan persendian, ujung-ujung tulang rusuk, hidung dan annulus trachealis (cincin-cincin tulang rawan yang menyusun saluran pernapasan). Hal ini diperkuat oleh (Anonim 2010:32) Kartilago hyaline merupakan kartilago skelet pada tulang embrio. Semua vertebrae, ada yang tetap sampai dewaasa misalnya pada Squalus dan Raya. Jaringan ini dapat diinfiltrasi dan dipadati oeh garam-garam Ca, tetapi tidak akan berubah menjadi tulang.








Nama Bahan : Tulang Rawan Fetus











Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Craniata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Species            : Homo Sapien

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa tulang rawan atau cartilago berfungsi untuk melindungi bagian ujung epifise tulang. Terutama dalam proses osifikasi/penulangan. Cartilago banyak banyak dijumpai pada masa bayi terutama pada saat proses perkembangan embrio menjadi fetus. Hal ini diperkuat oleh Anonim (2011:21) Pembentukan rangka fetus di dominasi oleh cartilago. Seiring dengan perkembangan fetus menjadi bayi dan memasuki usia pertumbuhan serta dewasa, maka cartilago ini akan mengalami peristiwa osifikasi, tetapi tidak semua cartilage dalam tubuh, masih ada beberapa yang tetap menjadi cartilago.








Nama Bahan : Tulang rawan  Fibrosa : Diskus interverteoralis










Klasifikasi
                 Kingdom         : Animalia
          Filum                 : Craniata
Kelas               : Mammalia
                 Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Species            : Homo Sapien

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa tulang rawan fibrosa memiliki matriks mengandung serabut kolagen kasar dan tidak teratur; terletak di perlekatan ligamen, sambungan tulang belakang, dan simfisis pubis. Sifat khas dari tulang rawan ini adalah lakuna – lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi sel – sel (kondrosit). Hal ini diperkuat oleh Luis C. Junqueira,MD (1991:130) Tiap  Diskus intervertebralis terletak diantara dua vertebra dan melekat padanya dengan melalui ligament. Diskus ini mempunyai komponen yaitu annulus fibrosus kartilagenus dan nucleus pulposus cair. Diskus intervebralis bekerja sebagai suatu bantalan pelumas untuk mencegah terjadinya erosi pada vertebrayang berdekatan akibat kekuatan abrasive selama gerakan kolumna spinalis.






Nama Bahan : Tulang Rawan Elastis : Epiglotis






           



Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
                  Filum              : Craniata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Species            : Homo Sapien

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa Tulang rawan elastis bersifat lentur, matriksnya mengandung serat elastis bercabang-cabang, dan terdapat pada epiglottis dan bagian luar telinga. Hal ini diperkuat oleh Anonim (2009:4) susunan polikandrium, matriks , sel dan lacuna tulang rawan elastic sama dengan tulang rawan hialin. Akan tetapi serat kolagen tulang rawan elastic tidak tersebar dan nyata seperti pada tulang rawan hialin. Bentuk serat-serat elastic bergelombang. Jaringan tulang elastic mengandung matriks yang berwarna kekuningan sehingga tulang rawan ini tampak berwarna putih kekuningan.







Nama Bahan : Tulang Rawan Hialin trakea










Klasifikasi
Kingdom         : Animalia
Filum               : Craniata
Kelas               : Mammalia
Ordo                : Primata
Famili              : Hominidae
Genus              : Homo
Species            : Homo Sapien

Deskripsi:
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan didapat bahwa tulang rawan hialin banyak ditemukan pada bagian tubuh hewan vertebrata antara lain pada laring, bronki, permukaan persendian, dan trakea. Hal ini diperkuat oleh Iwan Wahyu (2004:58) Matriksnya memiiki serat kolagen yang tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat. Terdapat pada saluran pernapasan dan ujung tulang rusuk. Tulang rawan hialin bening seperti kaca. Empat puluh persen berat kering tulang rawan hialin terdiri dari kolagen yang terdapat di dalam zat amorf intersel.









BAB V
KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa:
1.      Tulang merupakan salahsatu jaringan terkeras didalam tubuh manusia dan hanya dibawah tulang rawan dalam kemampuannya untuk menahan stress.
2.      Jaringan tulang rawan anak lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan, sedangkan pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriks tulangnya.
3.      Tulang rawan adalah merupakan sejenis jaringan penyambung dimana bahan interselnya mempunyai konsistensi keras, meskipun jaringan tersebut kurang resisten terhadap tekanan daripada tulang .
4.      Tulang rawan penting untuk pertumbuhan tulang panjang baik sebelum maupun setelah lahir.

















DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009.Tulang Rawanl.http://blogwordpress.com/2010/02/3.Artikel.
diakses 03/04/2012
Anonim.2010.Histologi-Jaringan-tulang.http://id.wikipedia.org/wiki/epite.
Artikel.diakses 03/04/2012
Anonim.2011.Histologidrgtadues.blogspot.com/2000/01/1-tulang keras/.Artikel.
diakses 03/04/2012
Junqueira,Luis C dan Carneiro Jose.1991. Histologi dasar.Adji Dharma.-Ed.3.
Jakarta : xiii-496 hlm
Pratiwi,2003.Ensiklopediabebas. Jaringan tulang.Artikel.http://id.wikipedia.org.
diakses 03/04/2012
Wahyu,iwan.2004.Biologi umum.Regina.Bandung : viii-183 hlm
                       
Victor P.Eroschenko.2003.Atlas Histologi.EGC.Jakarta : xiv-361 hlm